1. Pengertian Jaringan
Jaringan Komputer adalah gabungan atau perpaduan dari jaringan teknologi computer dengan jaringan teknologi komunikasi. Tujuan dari suatu jaringan adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Dengan adanya jaringan diharapkan pengguna jaringan dapat saling berbagi sumber daya baik sumber daya hardware ataupun sumber daya software.
Ada empat tipe jaringan dalam hubungannya dengan luas area yang dicakup yaitu:
a. LAN (Local Area Network)
LAN yaitu jaringan yang terbatas untuk area kecil, contohnya laboratorium computer, kantor atau gedung.
Dalam jaringan LAN biasanya terdapat sebuah komputer yang berfungsi sebagai server, yang berfungsi untuk memberikan pelayanan perangkat lunak (software), mengatur dan mengendalikan aktivitas jaringan. Selain adanya server, adapula computer lain yang tergabung dalan jaringan (network) yang disebut dengan client (workstation).
Manfaat penggunaan LAN adalah:
● setiap user dapat melakukan pertukaran file (sharing file) secara mudah
● setiap user dapat berbagi pakai printer (printer sharing)
● setiap user dapat menyimpan data secara terpusat (file server)
● setiap user dapat saling berkomunikasi menggunakan komputer.
Gambar 2.36 Local Area Network (Sumber: Dok. Penulis)
b. MAN (Metropolitan Area Network)
Suatu MAN meliputi area geografi yang lebih luas seperti suatu kota. Dengan suatu MAN maka computer dari suatu cabang dapat terhubung dengan computer yang ada di pusat.
Contoh jaringan ini adalah jaringan antar beberapa sekolah dalam satu kota. Konsep MAN sama seperti LAN, yakni melakukan sharing resources atau berbagi pakai sumber daya, hanya saja lingkupnya lebih luas.
Gambar 2.37 Skema Metropolitan Area Network (Sumber: Dok. Penulis)
c. WAN (Wide Area Network)
Jaringan ini mencakup geografis dengan luas area yang mampu menjangkau batas provinsi bahkan sampai Negara dibelahan bumi lain. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan LAN yang secara geografis terpisah.
Contoh penerapan WAN adalah jaringan yang dimiliki bank berskala nasional. Bank “A” yang berkantor pusat di Jakarta memiliki kantor cabang di Surabaya, Makasar, dan Denpasar. Bank “A” juga membuka cabang di luar negeri yakni di Singapura, Malaysia, dan Filipina. Di setiap cabang, bank tersebut memiliki kantor sendiri dengan sejumlah karyawan dan fasilitas lengkap termasuk ATM (Automatic Teller Machine). Untuk mendapatkan informasi akurat transaksi keuangan dari seluruh cabang, Bank “A” membuat jaringan komputer yang termasuk dalam kategori WAN.
Keuntungan penggunaan WAN adalah:
1. komputer server untuk pusat data dapat dibuat terpusat di satu lokasi
2. komunikasi antar kantor cabang dapat dilakukan menggunakan e-mail atau chatting yang lebih murah biayanya dibanding komunikasi telepon
3. dokumen dapat dikirim dalam bentuk surat elektronik sehingga mengurangi biaya dan kerumitan pengiriman dokumen melalui kantor pos.
d. WLAN / WIRELESS LAN/NIRKABEL
Jaringan WLAN adalah jaringan LAN yang tidak menggunakan kabel sebagai media transmisi data. Jaringan ini menggunakan gelombang elektromagnetik dalam melakukan transfer data.
Gambar 2.47 Wireless LAN (Sumber: Dok. Penulis)
Kelebihan :
1. Mobilitas, jaringan Nirkabel menyediakan pengaksesan secara realtime kepada pengguna LAN dimana saja selama berada dalam batas aksesnya
2. Proses instalasi cepat dan mudah
3. Fleksibel terhadap tempat
4. Biaya instalasi lebih kecil karena tidak menggunakan kabel dan biaya pemeliharaan lebih murah
5. Kemampuan jangkauan luas
Kekurangan :
1. Transmisi data hanya 1-2 Mbps yang jumlahnya jauh lebih rendah dibanding dengan jaringan yang menggunakan kabel
2. Transmisi data dari computer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lain
3. Biaya peralatan mahal
4. Sinyal terputus – putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda yang menghalangi sinyal
2. Topologi Jaringan (Bentuk Jaringan)
Topologi jaringan adalah gambaran bagaimana computer dan peralatan jaringan tersusun dalam suatu jaringan. Topologi dalam jaringan mengandung dua pengertian yaitu dilihat dari sisi pengkabelan dan dari sisi aliran data.
a. Aliran data (Logical topology)
Topologi logika jaringan adalah gambaran bagaiamana aliran data dalam suatu jaringan. Dalam topologi logika jaringan dibedakan menjadi dua yaitu :
1) Topologi logika Bus, ciri – ciri :
Ä Transmisi data melewati masing – masing workstation pada jaringan.
Ä Masing-masing transmisi dipancarkan ke dalam jaringan.
Ä Masing-masing workstation memiliki alamat untuk menentukan apakah workstation harus menanggapi transmisi tersebut.
Ä Dalam setiap waktu workstation dapat menerima transmisi, hal ini disebabkan karena setiap workstation menggunakan jalur yang sama untuk mengirim dan menerima data
2) Topologi logika Ring
Ä Transmisi data dilakukan dari suatu workstation ke workstation berikutnya
Ä Transmisi data akan lebih bagus apabila topologi fisik yang digunakan adalah topologi ring
b. Pengkabelan (Phisical topology)
Topologi fisik jaringan adalah bentuk layout pengkabelan yang diimplementasikan pada jaringan.Bentuk – bentuk topologi fisik dalam jaringan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :
1) Point to point
Topologi point to point adalah topologi yang menggambarkan bentuk hubungan antara dua computer atau lebih tepatnya antara dua titik. Dua computer dapat dihubungkan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut :
§ Jika jarak antara kedua computer tersebut tidak jauh maka dapat digabungkan menggunakan media tranmisi kabel koaksial atau kabel UTP.
§ Jika jarak antara dua computer tersebut cukup jauh maka hubungan dilakuakan dengan menggunakan media transmisi kabel telephone, kabel serat optic atau gelombang elektromagnetik.
2) Multi point
Topologi multi poin adalah topologi yang menggambarkan bagaimana beberapa computer (lebih dari dua) terhubungmenggunakan media transmisi. Ada beberapa tipe topologi multi point yaitu :
§ Topologi Bus Linear
Dalam topologi jaringan bus, computer yang berfungsi sebagai server dan workstation dihubungkan oleh kabel tunggal/linear atau kabel pusat.
Keuntungan :
1. Sangat mudah menghubungkan computer serta peralatan lainnya
2. Kabel yang dibutuhkan tidak banyak
Kerugian:
1. Jika salah satu sambungan dalam putus, maka seluruh jaringan akan tidak bekerja
2. Sulit untuk mengidentifikasi kesalahan
3. Dibutuhkan terminator pada dua ujung kabel utama
§ Topologi Mesh
Topologi jaringan mesh , semua computer yang terhubung adalah sentral atau node. Setiap computer sentral ini akan terhubung secara penuh. Setiap computer harus menyediakan jumlah salauran yang dibutuhkan oleh computer sentral lainnya.
Keuntungan :
1) Memiliki tingkat redundancy yang tinggi, sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya
Kerugian:
1. Kurang ekonomis karena relative mahal dalam pengoprasiannya, semakin banyak jumlah sentral maka tingkat kerumitan semakin tinggi
§ Topologi Star
Topologi jaringan star memiliki satu computer sebagai sentral. Setiap computer akan dihubungkan ke computer server secara langsung melalui alat perantara yang disebut dengan HUB atau KONSENTRATOR.
Keuntungan :
1. Mudah dalam instalasi serta pengkabelan
2. Mudah untuk mendeteksi kesalahan
3. Mudah untuk melepaskan peralatan
Kerugian :
1. Membutuhkan kabel yang cukup panjang
2. Jika HUB rusak maka fungsi jaringan tidak akan bekerja
3. Investasi mahal karena membutuhakn paralatan HUB
§ Topologi Ring
Dalam topolgi ring computer dan peralatan dihubungkan pada suatu kabel utama sehingga kabel utama membentuk suatu ring. Ujung-ujung kabel utama dihubungkan, sehingga membentuk lingkaran tak terputus
Kelebihan :
1. Jika salah satu perangkat rusak maka tidak akan mengganggu kinerja jaringan karena tiap peralatan tidak dihubungkan langsung namun melalui bus
Kekurangan :
1. Jika kabel rusak maka semua peralatan tidak dapat berfungsi
2. Sulit dalam pengelolaan
§ Topologi Tree
Topologi tree merupakan perpaduan antara dua topologi sekaligus yaitu topologi bus dan topologi star. Dalam topologi tree dimungkinkan melakukan perluasan jaringan secara mudah
Kelebihan :
1. Jika salah satu kabel pada client putus maka tidak akan mempengaruhi hubungan dengan client yang lainnya
Kekurangan :
1. Jika satu jalur utama putus maka , seluruh bagian jaringan tidak dapat bekerja
3. Prinsip Komunikasi Data
Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain sehingga terjadi pengertian yang sama. Untuk dapat memperoleh pengertian yang sama dibutuhkan suatu bahasa yang dapat dimenegrti. Begitupula dalam sebuah jaringan juga membutuhkan penterjemah (interpreter) yang disebut dengan PROTOKOL
Aturan baku tersebut dikeluarkan oleh ISO (Internasional Standar Organization) yang dinamakan dengan OSI (Open System Interconnection). Sehingga setiap vendor memiliki pedoman dalam mengembangkan protokolnya.
Model OSI terbagi menjadi 7 lapisan yang terdiri dari 4 lapisan fisik berorientasi pada jaringan dan 3 lapisan berorientasi pada pemakai/aplikasi. 7 lapisan tersebut adalah :
1. Lapisan fisik, berupa kabel listrik beserta rumusan besaran elektriknya
2. Lapisan link data, berupa lapisan yang mengatur arus bit antar peralatan komunikasi
3. Lapisan jaringan, berupa lapisan yang membawa paket bit ke tujuan
4. Lapisan transport, bertugas sebagai penjamin transportasi data antaramesin computer tanpa mempermasalahkan jenis jaringan. Data yang diatur meliputi metode akses sebuah jaringan topologi fisik, tipe kabel dan dan kecepatan transfer data
5. Lapisan sesi, yang menangani persiapan ,pengelolaan dan pemutusan antar aplikasi
6. Lapisan presentasi, yang menangani pengubahan representasi data
7. Lapisan aplikasi, yang menangani pengaksesan pemakai
Prinsip komunikasi data memerlukan protocol sebagai saluran yang mengatur komunikasi di antara beberapa computer dalam sebuah jaringan. Protokol yang terdapat dalam jaringan computer fisik dapat dilihat dari tabel berikut :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar